Kamis, 10 Juli 2014

Hukum & Politik

Surat Romo Magnis Suseno ke Prabowo

alt

Romo Franz Magnis-Suseno*

Saudara-saudari,
 

Pertama, saya mohon maaf kalau kiriman ini yang jelas berpihak, tidak berkenan, apalagi di masa puasa. Namun beberapa hari sebelum pilpres saya merasa terdorong sharing kekhawatiran saya.
Saya mau menjelaskan dengan terus terang mengapa saya tidak mungkin memberi suara saya kepada Bapak Prabowo Subiyanto. Masalah saya bukan dalam program Prabowo. Saya tidak meragukan bahwa Pak Prabowo, sama seperti Pak Joko Widodo, mau menyelamatkan bangsa Indonesia. Saya tidak meragukan bahwa ia mau mendasarkan diri pada Pancasila. Saya tidak menuduh Beliau antipluralis. Saya tidak meragukan iktikat baik Prabowo sendiri.

Add a comment

Jokowi Tidak Akan Meninggalkan Jakarta

Firdaus Ali*


Jumat, 14-03-2014 pukul 14:45 WIB, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi mengumumkan Joko "Jokowi" Widodo sebagai Calon Presiden RI asal partai besutan Megawati Soekarnoputri itu yang diikuti oleh masyarakat dengan penuh harap. Penantian panjang yang sarat polemik serta dipenuhi dikotomi pro dan kontra majunya Jokowi sebagai Capres RI terbalas. Pengumuman tersebut pasti disambut dengan syukur dan penuh suka cita pihak yang mengharapkan perubahan ke depan jika dipimpin oleh seorang Jokowi. Di pihak lawan, tentunya menimbulkan kekecewaan amat sangat, karena seorang Jokowi tentunya menjadi saingan yang berat sesuai hasil dari berbegai survei.

Add a comment

PLEDOI BENHAN: Membangun Demokrasi Orang Biasa

alt

Benny Handoko [ @benhan ]

Benny Handoko atau di twitter dikenal dengan nama panggilan @benhan akhirnya divonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini Rabu 5 Februari 2014 selama enam bulan tetapi tidak dijalani di dalam penjara dengan masa percobaan selama satu tahun. Berikut ini media online nasional www.PedomanNEWS.com memuat utuh pidato pembelaannya, dimana pendiri PedomanNEWS M. Fadjroel Rachman sempat dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi fakta meringankan.

Add a comment

Rasuah PKS 'Sang Partai Dakwah'

alt

Oleh: Jusuf Suroso*

PKS (Partai Keadilan Sejahtera), yang dikenal sebagai partai dakwah itu terus bebenah. Jumat, (24/5/13) pekan lalu pimpinan partai itu menggelar rapat konsolidasi nasional untuk menyelesaikan berbagai masalah yang tengah mendera partai itu termasuk masalah rasuah yang menyeret mantan Presiden PKS Ustad Haji Luthfi Hasan Ishaaq.

Para pimpinan PKS pun berkilah, Fathanah bukan kader PKS setelah aib Fathanah terbongkar. Mengamputasi Fathanah berikut hasil rasuahnya dari PKS sah-sah saja. Akan tetapi bagaimana ketika uang hasil rasuah dibungkus dengan infaq, sama saja dengan terima duitnya minus tanggungjawabnya. Munafik dan licik melengkapi perangai buruk politisi partai ini. Apa yang mereka lakukan memberi kesan seolah-olah bagian dari strategis dan politis, meski sesungguhnya amatiran.

Add a comment

Opini Lainnya